Review Film Drama Keluarga ‘Seribu Bayang Purnama’ Tentang Petani Pedesaan

Film “Seribu Bayang Purnama” mengangkat problematika para petani di pedesaan dalam zaman modern untuk pertama kalinya dalam sejarah perfilman Indonesia. Dalam film ini, petani menghadapi sulitnya memperoleh modal untuk mengolah lahan karena harga pupuk dan pestisida kimia yang mahal. Akibatnya, para petani jatuh ke dalam jeratan rentenir. Film ini diharapkan dapat membuat masyarakat perkotaan lebih memahami kondisi petani, yang merupakan tulang punggung produksi pangan. Inspirasi dari kisah petani berhasil diterapkan metode pertanian alami menjadi latar belakang film ini. Adegan konflik antara pejuang tani alami dengan juragan pupuk pabrikan, yang diwarnai kisah cinta, menjadi poin menarik dalam cerita. Sutradara film ini berharap karyanya dapat menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam dunia pertanian. Dengan gambaran sinematik yang indah, film ini diharapkan menjadi sosok yang menginspirasi dan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kondisi petani dan pentingnya pertanian alami. Tayang perdana pada 3 Juli 2025, “Seribu Bayang Purnama” menjadi representasi nyata dari upaya membangun kesadaran akan pentingnya pertanian alami dalam menjaga kedaulatan negara dan memberikan hasil terbaik bagi bangsa Indonesia.

Source link