Ferrari baru saja mengungkapkan Amalfi, penerus Roma, yang memiliki mesin V-8 yang lebih kuat tanpa menggunakan pengaturan hybrid. Perubahan lain terjadi di bagian dalam mobil, di mana Ferrari kini menggunakan tombol fisik dan tombol start yang tepat setelah mendengar keluhan pelanggan tentang tombol sentuh kapasitif yang membingungkan. Keputusan ini akan berdampak pada semua model Ferrari di masa depan, dengan perusahaan bertujuan untuk menggunakan tombol fisik di setir untuk setiap peluncuran produk baru.
Bos komersial Ferrari, Enrico Galliera, menyatakan bahwa tombol fisik akan menjadi standar dalam model-model terbaru yang mereka luncurkan. Selain itu, bos pengembangan produk Ferrari, Gianmaria Fulgenzi, menjelaskan bahwa retrofit untuk model-model yang sudah ada juga dimungkinkan dengan mengganti bagian tengah setir tanpa perlu mengirim mobil ke dealer di Italia.
Awalnya, Ferrari menggunakan tombol sentuh pada SF90 untuk menyuguhkan teknologi terbaru, tetapi perusahaan dengan cepat menyadari bahwa pendekatan ini tidak sesuai dengan pengalaman pengemudi di dalam mobil. Meskipun kontrol sentuh dapat membuat frustrasi, Ferrari mencatat peningkatan penjualan pada tahun 2024 dan memiliki pesanan yang sudah dipenuhi hingga tahun 2027.
Selain Ferrari, produsen mobil lain seperti Volkswagen juga telah kembali ke tombol fisik untuk beberapa modelnya. Volkswagen juga berencana untuk menghadirkan tombol fisik di konsol tengah untuk model-model masa depan. Perubahan ini mencerminkan tren industri otomotif yang bergerak menuju layar sentuh, meskipun beberapa produsen seperti Toyota dan Hyundai/Kia tetap menggunakan tombol fisik untuk kontrol tertentu.












