Setiap tahun, Bumi mengalami peristiwa astronomi yang disebut “Aphelion” ketika jaraknya dari Matahari mencapai titik terjauh. Fenomena ini menjadi sorotan pada bulan Juli 2025 dan sering dikaitkan dengan perubahan cuaca yang dirasakan lebih dingin. Aphelion merupakan momen di mana Bumi berada pada posisi terjauh dari Matahari dalam lintasan elipsnya. Peristiwa ini terjadi karena orbit Bumi berbentuk elips, bukan lingkaran, sehingga membuat jarak antara Bumi dan Matahari berubah sepanjang tahun. Pada bulan Juli 2025, Aphelion diperkirakan terjadi sekitar tanggal 4, dengan jarak pusat Bumi dan pusat Matahari mencapai sekitar 152.087.738 kilometer. Meskipun perbedaan ini terlihat besar, secara astronomis perbedaan ini kecil dan tidak berdampak ekstrem pada cuaca atau iklim Bumi. Bumi akan kembali pada posisi terdekat dengan Matahari pada fenomena Perihelion yang biasanya terjadi pada bulan Januari. Selain itu, Aphelion juga dikenal dengan sebutan “titik ketika Bumi mencapai jarak paling jauh dari Matahari dalam perjalanannya mengelilingi pusat tata surya.” Karena itu, fenomena Aphelion pada tahun 2025 seharusnya tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan di Bumi.
Aphelion 2025: Dampak Jarak Bumi dari Matahari pada Iklim
Read Also
Recommendation for You

Tahun 2026 memperlihatkan keinginan yang tinggi untuk memiliki konsol game PlayStation 4, terutama bagi para…

Xiaomi telah meluncurkan HyperOS 3 berbasis Android 16 untuk memperbarui sistem operasinya. Pembaruan ini menawarkan…

Perkembangan konsol game terus berlangsung dengan pesat, terutama sejak PlayStation 5 hadir dengan berbagai peningkatan…

Apple baru saja merilis pembaruan sistem operasi terbaru untuk iPhone, yakni iOS 26.2. Pembaruan ini…

PlayStation 4 memiliki fitur yang memungkinkan pengguna untuk memiliki lebih dari satu user atau profil…






