Pada Rabu (9/7) malam waktu setempat, Hamas mengumumkan kesepakatan untuk membebaskan 10 sandera dalam upaya perundingan damai Gaza-Israel. Meskipun demikian, Hamas mengakui bahwa negosiasi masih dihadapi dengan kesulitan. Beberapa poin penting yang masih menjadi fokus pembicaraan antara Hamas dan Israel meliputi aliran bantuan, penarikan tentara Israel dari Jalur Gaza, dan jaminan nyata untuk gencatan senjata permanen.
Meskipun demikian, Hamas mencatat bahwa terdapat kesulitan dalam negosiasi karena sikap keras kepala Israel. Dilaporkan bahwa Israel telah menyajikan peta baru di Doha yang menggambarkan penarikan sebagian dari Koridor Morag, zona militer yang telah dikuasai oleh Israel antara Rafah dan Khan Younis. Meskipun sebelumnya Israel menolak untuk menarik tentaranya dari Koridor Morag, proposal baru ini dianggap sebagai kemajuan substansial dalam perundingan.
Tim negosiator telah bertemu di Doha sejak Minggu (6/7) untuk membahas proposal gencatan senjata selama 60 hari yang didukung oleh Amerika Serikat. Meskipun masih ada tantangan yang dihadapi, Hamas telah menunjukkan fleksibilitas dalam upaya untuk mencapai perdamaian. Ini merupakan langkah penting dalam proses negosiasi yang diharapkan dapat memunculkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.












