Pemerintah Korea Selatan telah memutuskan untuk tidak membuka pasar daging sapi dan beras sebagai bagian dari negosiasi tarif dengan Amerika Serikat, menetapkannya sebagai “garis merah”. Keputusan ini diambil setelah pertemuan para menteri bidang ekonomi pada hari sebelumnya, di mana sektor pertanian dan peternakan menjadi fokus utama dalam negosiasi antara kedua negara. Amerika Serikat meminta Seoul untuk mencabut larangan impor daging sapi Amerika dari hewan berusia di atas 30 bulan serta memperluas impor beras dari AS. Namun, Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk membuka pasar bagi tanaman energi sebagai alternatif atas hal tersebut. Pembatasan usia pada impor daging sapi AS berdasarkan perjanjian perdagangan bebas Korea-AS tahun 2008, namun Korea Selatan tetap menjadi importir terbesar daging sapi AS dengan nilai impor mencapai 2,22 miliar dolar AS pada tahun 2024. Terkait dengan impor beras, Korea memberlakukan kuota tarif impor dari beberapa negara termasuk AS, dengan tarif yang lebih rendah dibandingkan impor non-kuota. Industri pertanian dan peternakan dalam negeri menentang keras kemungkinan pemerintah menggunakan isu daging sapi dan beras sebagai tawaran dalam kesepakatan dagang dengan AS. Ancaman tindakan kolektif bahkan diutarakan jika pemerintah terus memperjuangkan isu tersebut dalam negosiasi.
Korsel Meningkatkan Tarif Impor, Daging Sapi & Beras Tidak Diperdagangkan
Read Also
Recommendation for You

Pondok Pesantren Bisa Bangun Dapur SPPG Untuk Percepatan Penerima Manfaat Kementerian Agama mengumumkan bahwa pondok…

Ponsel Gaming Terbaru Lenovo Legion Y70 Segera Diluncurkan di China Jakarta (ANTARA) – Lenovo, perusahaan…

Peran Strategis Perempuan dalam Menjaga Lingkungan dan Literasi Digital Perempuan memiliki posisi strategis dalam berbagai…

Kriminal Sepekan: Penindakan Judi Online hingga Tawuran di Jaktim Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa terkait…

Calon Jemaah Haji Asal Kabupaten Kampar Meninggal Dunia di Batam Pekanbaru, (ANTARA) – Seorang calon…







