Nissan menghadapi situasi yang sulit, dan CEO baru telah mengambil langkah-langkah radikal untuk memperbaiki keadaan perusahaan. Dalam upaya untuk memulihkan kesehatan finansial perusahaan, Nissan mengumumkan penutupan beberapa pabrik termasuk pabrik Oppama di Jepang dan pabrik-pabrik lainnya di Meksiko.
Produsen mobil Jepang ini juga berencana untuk mengakhiri kerjasama dengan Mercedes-Benz setelah menyelesaikan produksi dua crossover Infiniti, QX50 dan QX55, di fasilitas COMPAS. Langkah-langkah lain yang diambil Nissan termasuk mengurangi kapasitas produksi sebesar 30 persen pada tahun 2027 dan merumahkan 20.000 pekerjanya.
Pada bulan Mei, Nissan menghentikan pengembangan beberapa model dan beralih fokus pada pengurangan biaya. CEO baru Nissan diharapkan memiliki banyak pekerjaan untuk memastikan kesuksesan perusahaan ke depan. Dari kemungkinan membuat truk bermerek Honda hingga implementasi rencana pemulihan “Re:Nissan”, perusahaan sedang berusaha menghadapi tantangan ini dengan strategi yang terarah. Jika semua berjalan lancar, Nissan dapat menghemat sejumlah besar uang, namun rencana tersebut tetap pada tahap perencanaan dan pengumuman resmi masih belum dilakukan.












