Merangkai Pemikiran Bung Karno: Jihad dan Nilai-Nilainya

Melanjutkan pemikiran Proklamator yang juga Presiden RI pertama, Sukarno atau Bung Karno, dianggap sebagai bagian dari jihad menurut Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia atau PP BAMUSI, Muhammad Sukron. Pendapat ini disampaikan dalam diskusi bertajuk “Pemikiran Soekarno dan Relevansi Generasi Muda Islam” yang diadakan di Gedung Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung Jakarta Selatan. Diskusi ini merupakan bagian dari peringatan Bulang Bung Karno 2025 dan didukung oleh DPP PDI Perjuangan.

Diskusi tersebut dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai kalangan, termasuk elemen mahasiswa dan organisasi seperti NU dan Muhammadiyah. Sukron mencatat bahwa pemikiran Bung Karno, terutama dalam konteks keislaman, masih relevan dengan generasi muda saat ini. Menurut Sukron, ada indikasi deSoekarnoisasi jilid 2 yang muncul di media sosial, dan tujuan dari acara tersebut adalah untuk terus membela reputasi dan pemikiran Bung Karno.

Sukron menjelaskan bahwa Bung Karno bukan hanya seorang pendiri bangsa revolusioner, tetapi juga seorang mujtahid Islam abad ke-20 yang meneruskan tradisi reformasi dan pembaharuan seperti Al-Afghani dan Abduh. Bung Karno dianggap sebagai kelanjutan dari rasionalisme Islam pada masa golden age. Oleh karena itu, diskusi tersebut melibatkan pembicara dari NU, Muhammadiyah, dan kelompok nasionalis.

Harapannya, melalui acara ini, pemikiran Bung Karno akan menjadi inspirasi bagi anak muda dan terus berkembang. Sukron menegaskan bahwa melanjutkan pemikiran Bung Karno dapat dianggap sebagai bentuk jihad karena kontribusinya dalam memimpin Indonesia menuju kemerdekaan dari penjajahan dan imperialisme. Sekjen PP BAMUSI, Irvansyah Asmat, menyampaikan terimakasih kepada PP BAMUSI dan DPP PDI Perjuangan yang mendukung acara tersebut. Obor pemikiran Sukarno terus dinyalakan dengan harapan Indonesia akan menjadi adil dan makmur sesuai dengan konsepsi Islam Nusantara yang Berkemajuan.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pembicara, seperti anggota DPR RI Banyu Biru Djarot, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, Ketua Umum PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman, dan alumni GMNI Dr. Yulis Susilawaty. Keseluruhannya, acara tersebut bertujuan untuk menguatkan pemikiran dan semangat revolusioner yang menjadi ciri khas dari Bung Karno bagi Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Source link