Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Garut telah memberikan bantuan pemulihan kepada dua anak yang mengalami trauma akibat insiden kericuhan pesta rakyat di Pendopo Garut, Jawa Barat. Kepala UPTD PPA, Santi Susanti, menjelaskan bahwa kedua anak usia 10 tahun tersebut merupakan teman dari korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kedua anak tersebut berasal dari Garut dan Tasikmalaya dan sedang menjalani pemulihan dari tim psikolog. Salah satu anak dari Garut sudah mulai pulih dari trauma, sementara anak dari Tasikmalaya membutuhkan pemulihan lebih lanjut karena mengalami rasa takut dan ketidaknyamanan terhadap tempat kejadian.
Santi berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap anak-anak dalam situasi kerumunan yang berisiko. Sebelumnya, pesta rakyat di Pendopo Garut berakhir ricuh dan menimbulkan korban jiwa serta banyak warga pingsan. Tiga orang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Sayangnya, satu korban kericuhan belum teridentifikasi. Bupati Garut juga telah mengonfirmasi bahwa korban yang dirawat di rumah sakit telah pulang.
Dalam penanganan kasus ini, UPTD PPA Garut tetap berusaha memberikan dukungan dan bantuan kepada korban, termasuk keluarga dan anak-anak yang terlibat dalam insiden tragis ini. Diharapkan melalui pemulihan trauma yang dilakukan, anak-anak dapat pulih kembali dan tidak mengalami dampak psikologis yang berkepanjangan. Semua pihak diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menghadiri acara keramaian dan menghindari situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak.










