Berita  

Pakar Swedia: Kesepakatan Tarif AS-UE Tingkatkan Beban Eropa

Kesepakatan perdagangan baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa menghasilkan reaksi yang beragam di kalangan ahli. Wakil ketua Institut Sabuk dan Jalur Sutra di Swedia, Hussein Askary, mengungkapkan bahwa meskipun kesepakatan tersebut tampak menguntungkan dalam teori, namun pada praktiknya justru menimbulkan tekanan finansial dan beban strategis bagi Eropa.

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengumumkan kesepakatan perdagangan baru yang melibatkan peningkatan tarif sebesar 15 persen atas barang-barang UE. Askary menyebut bahwa UE terpaksa melakukan “kompromi” yang tidak menguntungkan mereka secara keseluruhan.

Menurut Askary, tarif 15 persen ini masih dianggap tinggi oleh perusahaan-perusahaan Eropa yang biasa beroperasi dalam lingkungan perdagangan yang lebih bebas. Kesepakatan tersebut juga menuntut UE untuk membeli energi Amerika senilai 750 miliar dolar AS dan berkomitmen untuk menginvestasikan tambahan 600 miliar dolar AS di Amerika Serikat.

Askary menyoroti bahwa prioritas investasi UE pun mulai bergeser ke arah yang kurang menguntungkan bagi Eropa. Dia menjelaskan bahwa hal ini mengakibatkan pengorbanan aspek lain dari agenda ekonomi Eropa, seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, demi memenuhi kewajiban perdagangan dengan AS.

Perekonomian seperti Swedia dan Jerman, yang sangat bergantung pada ekspor, dianggap sangat sensitif terhadap kebijakan yang tidak stabil seperti tarif. Menurut Askary, keberlangsungan arus barang, jasa, dan modal yang bebas sangat penting untuk perencanaan jangka panjang, investasi, dan keberlanjutan.

Strategi perdagangan yang tidak stabil dari AS telah menciptakan ketidakpastian bagi bisnis transatlantik. Hal ini menegaskan bahwa pentingnya stabilitas kebijakan perdagangan dalam mempertahankan hubungan bisnis yang kuat antara dua wilayah tersebut.

Source link