Indonesia berduka atas kepergian tokoh nasional, Kwik Kian Gie, yang meninggal dunia pada Rabu pagi di usia 90 tahun. Presiden RI, Prabowo Subianto, turut memberikan penghormatan dan belasungkawa atas kepergian tokoh ekonomi senior ini. Prabowo mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam dan mengatakan bahwa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Kwik Kian Gie dikenal sebagai ekonom nasionalis yang memiliki kontribusi besar dalam pertahanan dan pengembangan ekonomi Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
Prabowo juga mencatat bahwa hubungan pribadinya dengan almarhum Kwik sangat dekat, dan bahwa Kwik sering memberikan nasihat dan masukan kepadanya. Bahkan, beberapa hari sebelum wafat, Kwik masih sempat mengirimkan pesan kepada Prabowo. Dengan kepergian Kwik Kian Gie, bangsa Indonesia merasakan kehilangan yang mendalam, namun warisannya dalam memperjuangkan ekonomi nasional tetap diingat dan dihargai.
Sebagai seorang ekonom yang sangat kritis, Kwik Kian Gie meninggalkan jejak yang kuat dalam sejarah ekonomi Indonesia. Bersama dengan mengenang Kwik Kian Gie, para tokoh dan pemimpin Indonesia merayakan warisan dan semangatnya untuk memperjuangkan kedaulatan ekonomi negara. Semoga kontribusi dan pemikiran Kwik Kian Gie tetap menginspirasi generasi masa kini dan mendatang dalam membangun bangsa yang lebih maju dan adil.












