Marsekal Pertama (Marsma) Fajar Adriyanto meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat terbang di Bogor, Jawa Barat. Fajar sedang melakukan latihan dengan pesawat latih sipil Quicksilver GT500 ketika kecelakaan terjadi di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor. Bersama dengan pilot lainnya, Fajar menggunakan pesawat bernomor ekor S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Sebagai seorang penerbang tempur F-16, Fajar memiliki karir yang panjang di TNI AU dan dikenal oleh masyarakat karena perannya sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU. Berbagai jabatan strategis pernah dipegangnya mulai dari Komandan Skuadron 3 Lanud Iswahyudi hingga jabatan terakhirnya sebagai Kapoksahli Kodiklatau. Salah satu momen menarik dalam kariernya adalah ketika bersama Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, Fajar terlibat dalam peristiwa kejar-kejaran dengan pesawat jet Amerika Serikat yang masuk ke wilayah Indonesia. Jenazah Fajar direncanakan diterbangkan ke Probolinggo untuk dimakamkan setelah disemayamkan di rumah duka di Jakarta Selatan. Semua prestasi dan pengabdian Fajar selama ini akan selalu dikenang oleh TNI AU dan masyarakat Indonesia.
Profil Penerbang Tempur Gugur: Fajar Adriyanto
Read Also
Recommendation for You

Bayern Muenchen Dipaksa Bermain Imbang Tanpa Gol Melawan Schalke Jakarta – Bayern Muenchen harus berpuas…

Masyarakat Mulai Temukan Keseimbangan Antara Belanja Online dan Offline Jakarta – Pakar pemasaran Yuswohady mengungkapkan…

Petani Tebu di Way Kanan Lampung Kembali Bisa Panen Setelah Kendala Panjang Kepala Staf Kepresidenan…









