Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menegaskan pentingnya tidak mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat dalam proses restrukturisasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), meskipun perusahaan menghadapi beban keuangan yang cukup berat. Meski transformasi pelayanan KAI dinilai berhasil dengan masyarakat kini dapat menikmati layanan transportasi yang lebih nyaman, namun masalah finansial perusahaan masih menjadi tantangan yang perlu segera diselesaikan.
Asep menyoroti tambahan beban keuangan yang dihadapi KAI akibat proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Anggota DPR dari Komisi VI juga meminta manajemen KAI untuk secara transparan memaparkan proposal restrukturisasi guna memastikan tidak ada dampak negatif pada kenyamanan publik.
Dalam konteks ini, Asep menekankan pentingnya DPR memahami secara menyeluruh tantangan finansial yang dihadapi oleh KAI agar perusahaan dapat tetap beroperasi dengan baik tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi. Dia juga mendorong perlunya efisiensi operasional di tubuh KAI, termasuk anak perusahaannya.
Menurut Asep, restrukturisasi perlu dilakukan secara hati-hati dan terencana agar citra KAI sebagai moda transportasi strategis tetap terjaga. Meskipun kinerja KAI dinilai cukup bagus, namun langkah restrukturisasi finansial dan efisiensi operasional harus dilakukan dengan cermat agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan perusahaan tetap berjalan dengan baik.
Berbagai hal ini merupakan langkah penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan keberlangsungan operasional KAI dan menjaga kualitas layanan kepada masyarakat yang menjadi fokus utama perusahaan.












