Para anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, seperti Samuel Wattimena, mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan kepada seniman muda agar dapat berkreasi dan berekspresi secara bebas. Hal ini disampaikan ketika Samuel mengunjungi pameran seni bunyi yang diselenggarakan oleh Komunitas Ruang Miarsa di Semarang. Ia mengapresiasi beragam suara unik yang dihadirkan oleh para seniman dalam pameran tersebut.
Samuel menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, seniman, dan pemangku kebijakan terkait dalam memberikan ruang bagi seniman muda untuk berkreasi. Ia berharap adanya kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang erat dalam mendukung perkembangan seni di Semarang. Pameran seni bunyi “Sem(B)arang” yang dihadirkan juga diapresiasi sebagai sesuatu yang baru, dengan fokus pada audiovisual daripada visual semata seperti pameran seni biasanya.
Para seniman muda diminta untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru dalam berkesenian, termasuk dalam seni bunyi yang menjadi fokus pameran tersebut. Komunitas Ruang Miarsa, yang beranggotakan tujuh orang, menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan untuk mengarsipkan berbagai suara yang mungkin akan sulit didengar di masa depan. Dengan demikian, pameran ini diharapkan dapat menjadi sebuah arsip berharga yang dapat digunakan untuk masa depan seni bunyi.












