Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah menyalurkan bantuan sosial dan zakat produktif senilai Rp24 miliar kepada masyarakat rentan di Sumenep. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengingatkan warga untuk menggunakan bantuan sosial dengan bijak dan tidak untuk judi online. Hal ini karena data dari PPATK menunjukkan bahwa sekitar 9 ribu penerima manfaat di Jawa Timur telah menggunakan bantuan sosial untuk judi online dengan total nilai Rp53 miliar.
Bantuan yang disalurkan di Sumenep mencakup beragam program seperti Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, bantuan kemiskinan ekstrem, Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh pabrik rokok, serta bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara. Selain itu, ada juga bantuan program pemberdayaan BUMDes dan program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (Puspa).
Khusus untuk korban meninggal dunia akibat kejadian luar biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep, Khofifah juga menyerahkan santunan dukacita sebesar Rp10 juta kepada 17 keluarga. Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berharap upaya untuk menekan kemiskinan ekstrem terus dilakukan dengan memperluas akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, dan memberdayakan UMKM.
Pemkab Sumenep berkomitmen untuk memutus rantai kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja melalui investasi guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat Sumenep dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
**Catatan**:
– Mohon izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA sebelum mengambil konten atau melakukan pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini.
– Sumber artikel dapat dilihat [di sini](https://www.antaranews.com/berita/5060365/khofifah-ingatkan-warga-sumenep-tak-gunakan-bansos-untuk-judol)












