PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menegaskan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua Tengah kembali aman setelah terjadi longsor di jalan Trans Nabire KM 139–141, Kabupaten Dogiyai. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyatakan bahwa penyaluran BBM ke lembaga penyalur terdampak di Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai telah kembali normal. Berkat kerja sama dengan pemerintah daerah setempat, jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor telah dibuka kembali untuk memastikan kelancaran distribusi energi.
Pertamina telah berhasil menyalurkan BBM ke beberapa SPBU terdampak, termasuk dua SPBU di Kabupaten Dogiyai, satu di Deiyai, dan tiga di Paniai. Stok di Fuel Terminal Nabire cukup untuk memastikan pasokan ke depan, dengan kebutuhan stok Pertamax Series dan Pertalite selama 7 hari ke depan, serta Dex Series dan Solar selama 13 hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan melakukan pembelian BBM secara berlebihan, karena stok tetap terjaga dan akan terus diisi ulang.
Pertamina juga berkoordinasi dengan PLN untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, termasuk pengiriman BBM melalui udara ke Kabupaten Deiyai. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Pertamina Call Center 135 atau kanal resmi media sosial Pertamina. Kerja sama antara Pertamina, pemerintah daerah, dan pihak terkait terbukti efektif dalam menjaga ketersediaan BBM dan energi di wilayah terdampak, sehingga memastikan kelancaran aktivitas sehari-hari.












