Ledakan di SMAN 72 Jakarta menimbulkan dampak serius bagi para siswa yang menjadi korban. Menurut Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, sebanyak 14 siswa masih dirawat di rumah sakit, di antaranya 7 siswa memerlukan operasi. Korban yang awalnya ditangani di puskesmas akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena luka yang cukup serius. Mayoritas korban adalah anak di bawah usia 18 tahun yang mengalami cedera kaki, kerusakan kuku jari, serta keluhan pada telinga dan kepala.
Siswa yang kondisinya sudah membaik telah diperbolehkan untuk pulang. Proses penanganan korban terus berlangsung dan data jumlah korban masih terus berubah. 33 siswa masih dirawat di rumah sakit ketika KPAI tiba di lokasi kejadian. Meskipun data awal dari kepolisian menyebutkan korban mencapai 37 orang, angka tersebut masih belum final.
Pemeriksaan penyebab ledakan di SMAN 72 terus dilakukan oleh TNI AL dan Polri. Korban diketahui mengalami berbagai jenis luka akibat insiden tersebut. Keterlibatan TNI AL dalam membantu evakuasi korban ke rumah sakit juga mencerminkan rasa solidaritas dalam menangani situasi yang tidak terduga. Dengan perawatan yang intensif dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta dapat pulih dengan segera.












