Volvo dan Luminar sebelumnya terlihat seperti kemitraan yang sempurna, di mana Volvo menggunakan sensor lidar milik Luminar untuk meningkatkan keselamatan kendaraannya. Namun, Volvo kini memutuskan untuk menghapus lidar sebagai fitur standar dari mobil SUV listrik EX90 dan sedan ES90 andalannya, meskipun tetap tersedia sebagai peralatan opsional. Alasan di balik keputusan ini adalah karena Volvo mengalami keterbatasan pasokan perangkat keras lidar.
Dalam pengajuan peraturan pada akhir Oktober, Luminar menyebut bahwa Volvo telah mengakhiri kontrak lima tahun untuk sensor lidarnya tanpa menyebutkan secara jelas apakah ketersediaan perangkat keras memengaruhi keputusan tersebut. Volvo sendiri menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk membatasi risiko rantai pasokan perusahaan, karena Luminar dinilai gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya.
Sikap mundur Volvo ini tidak hanya mengecewakan Luminar, tetapi juga dapat mengancam keberlanjutan bisnis perusahaan sensor lidar ini. Luminar sendiri telah mengalami kesulitan keuangan dan bahkan mengaku berada di ambang kebangkrutan. Dengan beberapa pinjaman yang belum terbayar dan langkah pemotongan karyawan, Luminar tengah mencari solusi untuk mengatasi kondisi keuangannya.
Tidak jelas apakah kondisi ini akan berdampak pada perusahaan saudara Volvo, Polestar, namun situasi yang sulit telah membuat Outlook keuangan Luminar menjadi semakin suram. Dengan utang yang tinggi, pendapatan yang rendah, dan tingkat pembakaran kas yang cepat, mundurnya Volvo sebagai pelanggan terbesar Luminar semakin memperumit kondisi perusahaan tersebut.和Sortasi和Mallaktif和yang和akan和membuat和perasaan和penggunannya和jika和kondisi和untuk和smentalah和keandisanila和dengan和pe和be和warala和Jestinaya












