Berita  

Angola dan Ethiopia memperluas kerja sama pertanian dengan Indonesia

Negara lain yang memiliki teknologi tinggi, seperti Finlandia, menunjukkan minat untuk berinvestasi di pusat data. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Angola dan Ethiopia menyatakan minat untuk meningkatkan kerja sama di sektor pertanian dengan Indonesia. Dalam rangkaian pertemuan bilateral di KTT G20 Afrika Selatan 2025, kedua negara tersebut berencana untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada tahun depan untuk menjalin kerja sama lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia akan menyiapkan langkah-langkah teknis melalui kementerian terkait dan melaporkannya kepada Presiden untuk membuka peluang kerja sama yang lebih dalam. Airlangga menyatakan bahwa sejumlah perusahaan Indonesia telah beroperasi di Ethiopia namun perlu adanya kerangka kerja sama baru di sektor pertanian untuk memperdalam investasi di kedua negara.

Di samping Angola dan Ethiopia, negara lain juga menunjukkan minat untuk bekerjasama dengan Indonesia. Misalnya, Finlandia tertarik untuk berinvestasi di industri pusat data. Selain itu, kerja sama lain yang disebutkan adalah penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dahana dan perusahaan pertahanan Jerman, Rheinmetall, terkait rencana pembangunan fasilitas bahan peledak.

Dalam sektor energi, Airlangga mengungkapkan adanya rencana investasi di sektor hulu migas senilai 2,6 miliar dolar AS. Selain itu, KTT G20 juga memfokuskan pada tiga sesi utama yang membahas berbagai tantangan global, seperti isu ekonomi berkelanjutan, pembangunan dunia yang tangguh, dan isu pekerjaan layak serta tata kelola kecerdasan buatan. Keseluruhan, kerja sama antara Indonesia dan negara-negara lain diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang signifikan.

Source link