Ferrari mengambil keputusan berani dengan meluncurkan mobil F80 yang mengusung mesin V-6, sebuah langkah yang mengejutkan banyak penggemar. Meskipun banyak yang skeptis dengan penggunaan mesin kecil ini, Ferrari tetap yakin bahwa mereka telah membuat pilihan yang tepat untuk menggantikan LaFerrari. Dalam sebuah lokakarya teknis di Museo Enzo Ferrari di Modena, Ferrari menjelaskan evolusi mereka dari mesin V-12 ke V-6 turbocharged. Menurut Matteo Turconi, Manajer Pemasaran Produk Senior, keputusan untuk beralih ke V-6 turbocharged adalah langkah yang “mudah” dan “mengambil yang terbaik dari dunia balap untuk performa yang luar biasa.”
Turconi bahkan menyatakan bahwa mesin V-6 memiliki keunggulan dibandingkan V-12, dengan output tenaga yang mencapai 300 tenaga kuda per liter. Selain itu, ukuran yang lebih ringkas dari mesin ini memungkinkan mobil memiliki jarak sumbu roda yang lebih pendek dan bobot yang lebih ringan. Hal ini memberikan keuntungan aerodinamis bagi mobil, dengan diffuser yang dapat diperpanjang hingga 1,8 meter. Meskipun beberapa penggemar mungkin kecewa dengan absennya mesin V-12, Ferrari tetap menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam mesin pembakaran, termasuk V-8 dan V-12. Meskipun mobil listrik mulai menjadi tren, Ferrari tetap fokus pada pengembangan mesin internal combustion engine (ICE) untuk sebagian besar produknya dalam dekade ini, dengan model hibrida dan listrik melengkapi portofolio mereka. Artinya, Ferrari tetap mendukung hadirnya mesin tradisional dalam mobil-mobil mereka, sementara tetap berinovasi dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.












