Film drama religi “Mengejar Restu” menghadirkan konflik rumah tangga yang sarat dilema batin, sekaligus menandai debut Puadin Redi sebagai sutradara film layar lebar. Dibintangi pasangan Dhini Aminarti dan Dimas Seto, film ini menawarkan kisah emosional tentang sabar, ikhlas, dan ujian hidup.
Pesan yang ingin disampaikan melalui film ini adalah bahwa kesabaran adalah kunci dari setiap cobaan dalam kehidupan. Cerita film berfokus pada Dania yang harus menghadapi wasiat ayah Fais, Kyai Haji Abdullah, yang mewajibkan kepemimpinan pesantren diwariskan kepada keturunan laki-laki langsung. Dania yang tidak dapat memiliki anak, mempertimbangkan pengorbanan terbesar demi kelangsungan pesantren.
Proses pengembangan kisah nyata ini menjadi sebuah drama religi yang utuh berlangsung selama lima tahun. Penulis skenario Titien Wattimena bekerja intensif selama setahun bersama Lynda Ulviana dan sutradara film. Film ini juga melibatkan empat pasangan selebritis untuk mendukung perannya, dan siap tayang di bioskop mulai 11 Desember.
Produser film, Redi, bekerja sama dengan konsultan agama untuk memastikan akurasi syariat dalam film yang mengangkat isu sensitif ini. Dia juga menambahkan unsur “kompor” melalui karakter pasangan Arie Untung–Fenita Arie untuk memperkuat intensitas konflik dalam cerita.
Menghadirkan refleksi mendalam tentang keikhlasan, keteguhan hati, serta makna restu sejati, film ini diharapkan dapat memberikan pesan moral yang kuat kepada penonton. Film “Mengejar Restu” juga diperankan oleh Ranty Purnamasari dan menjadi sebuah karya yang memadukan drama religi dengan konflik rumah tangga yang realistis.












