Toyota, pada Tokyo Motor Show 1991, memperkenalkan AXV-IV, sebuah konsep mobil revolusioner yang menampilkan desain kecil dan ringan dengan tujuan memangkas bobot tanpa mengorbankan kesenangan berkendara. Didesain dalam bentuk coupe yang kompak, mobil ini sangat ringan dengan bobot hanya sekitar 992 pon, lebih ringan dari sebagian besar mobil sport modern saat ini. Hal ini tercapai melalui penggunaan panel bodi aluminium, magnesium, dan plastik serat serta teknologi pegas resin yang berfungsi ganda sebagai lengan suspensi, memastikan bobot yang minimal namun tetap efisien. Mesin 0,8 liter dengan tenaga 63 tenaga kuda dipadukan dengan aerodinamika yang optimal dengan koefisien hambatan 0,30 untuk mencapai performa superior dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Toyota tidak mendeskripsikannya sebagai mobil sport, melainkan sebagai “komuter pribadi dengan performa dan kenyamanan berkendara yang superior”. Meskipun memiliki gearbox manual dan penggerak roda belakang, mobil ini lebih fokus pada efisiensi daripada performa tinggi dengan mesin yang menghasilkan tenaga dan torsi yang relatif rendah. Di samping desain uniknya, AXV-IV juga memberikan petunjuk tentang desain masa depan Toyota dan memiliki keturunan di mobil-mobil coupe kecil yang lebih sporty. Meski tidak semua konsep tersebut mencapai tahap produksi, Toyota terus berupaya untuk memenuhi keinginan para penggemarnya dengan meluncurkan model-model mobil sport yang terjangkau dan efisien.
Sejak peluncurannya, mobil sport kei seperti AXV-IV telah semakin langka, dengan sebagian besar produsen menghentikan produksi model-model kecil dan sporty. Namun, di tengah tren ini, Toyota tetap berkomitmen untuk menghadirkan mobil-mobil sport yang menyenangkan dengan kembali menggarap segmen tersebut. Dengan strategi masa depan yang melibatkan pengembangan mesin performa dan desain yang fokus pada efisiensi, Toyota menunjukkan bahwa pelopor AXV-IV masih memberikan inspirasi bagi masa depan mobil sport yang ringan dan efisien.












