Aktor Oki Rengga membagikan kisah suksesnya dalam menanggalkan logat Medan untuk memenuhi kebutuhan peran dalam film terbarunya yang berjudul “Sebelum Dijemput Nenek” yang syuting di Sleman dengan menggunakan bahasa Jawa. Oki mengungkapkan bahwa meskipun dia orang Jawa Tengah, namun ia besar di Medan dan film ini merupakan pengalamannya pertama berakting dengan bahasa Jawa.
Penggunaan bahasa Jawa oleh Oki yang tidak mengandung dialek Sumatera dianggap sebagai prestasi luar biasa, mengundang rasa penasaran terhadap proses pendalaman karakternya. Oki mengakui bahwa keprofesionalismen merupakan motivasi utamanya dalam menguasai dialek tersebut dan tanggung jawab terhadap kontrak kerjanya mendorongnya untuk memerankan karakter Jawa dengan totalitas.
Oki juga menekankan bahwa hasil akhir di layar tidak lepas dari bimbingan ketat sang sutradara, Fajar Martha Santosa. Fajar Martha Santosa memainkan peran penting dalam mengontrol agar penggunaan dialeknya terasa natural dan tidak terlalu berlebihan. Oki juga membagikan bahwa keluarganya memiliki latar belakang unik dimana ayahnya sering berkomunikasi dengan bahasa Jawa dan ibunya dengan bahasa Banjar, hal ini membantunya memahami beragam dialek sejak kecil.
Dalam film terbarunya, Oki memerankan karakter Kotrek, seorang pemuda urakan yang suka merundung si kembar Hestu dan Akbar. Film “Sebelum Dijemput Nenek” diproduksi oleh Rapi Films dan akan mulai diputar di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026. Characteristic Jawa dialect used by Oki in the film was influenced by the Javanese East, commonly found among young people of Javanese descent in Sumatra (Pujakesuma), making it easier for him to bring the character to life in front of the camera.












