Pasang laut dapat memiliki dampak yang signifikan bagi para petambak di pesisir Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya pasang laut setinggi 2,7-2,9 meter pada 21 Januari 2026. Pasang laut ini berpotensi menyebabkan banjir rob, tambak terendam, dan dampak negatif lainnya. Daerah yang diperkirakan akan terkena pasang laut di antaranya muara Sungai Mahakam di Pulau Nubi, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan perairan Balikpapan.
Muara Sungai Mahakam diprakirakan akan mengalami pasang tertinggi 2,7 meter pada 21 Januari pukul 20.00 Wita. Sementara di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,9 meter pada tanggal yang sama. Daerah lain yang terdampak langsung oleh pasang surut ini antara lain Samboja, Samboja Barat, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Para petambak di daerah terdampak diimbau untuk melakukan kesiapsiagaan dan pengamanan atas tambak udang dan kepiting mereka. Selain itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, sosial di kawasan pesisir, dan bahkan pemukiman warga yang dekat pantai juga bisa terganggu akibat pasang laut. Oleh karena itu, peringatan dini juga disampaikan untuk warga di sejumlah kawasan pesisir lainnya, seperti muara Sungai Berau dan Teluk Sangkulirang.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi seluruh pihak yang berada di daerah yang berpotensi terkena dampak dari pasang laut tersebut. Menjaga petambak agar tidak merugi dan mencegah kerugian lebih lanjut akibat kejadian ini menjadi prioritas bagi BMKG dan pemerintah setempat.












