Perubahan Cepat dalam Industri Acura: Tantangan Waktu

Editor InsideEVs, terbiasa mengikuti pasar mobil bensin, kini terkejut dengan keputusan Acura untuk menghentikan sementara produksi crossover terlarisnya, RDX. Dealer merasa kehilangan model tersebut di tengah potensi kurangnya permintaan terhadap model listrik RSX yang akan datang. Permasalahan ini menjadi sorotan dalam edisi Critical Materials, yang juga membahas masalah Porsche di Tiongkok dan dampak isu “Amerika harus memiliki Greenland” terhadap saham otomotif.

25% dealer Acura tidak senang dengan peralihan ke mobil listrik dan perhatian yang kurang terhadap model bensin seperti RDX. Dealer merasa ini bukan langkah yang tepat di tengah ketidakpastian pasar EV tanpa insentif pajak. Sementara itu, masalah penurunan pembelian Porsche Taycan di Tiongkok juga menjadi sorotan, menunjukkan kondisi pasar yang menantang di sana.

Di sisi lain, isu “Amerika harus memiliki Greenland” juga mempengaruhi saham otomotif dengan ancaman tarif baru dari Trump. Hal ini membuat industri otomotif semakin rentan dan terguncang. Pertanyaan pun muncul, bagaimana pabrikan menentukan komposisi powertrain yang tepat di masa depan? Apakah penuh dengan mobil listrik merupakan pilihan terbaik ataukah masih perlu mempertimbangkan bauran powertrain yang beragam? Bagikan pendapat Anda.

Source link