Dodge utama saat ini adalah potensi peluncuran Charger baru dengan mesin V8, khususnya kemungkinan penggunaan mesin Hellcat. CEO Dodge, Tim Kuniskis, telah menyatakan bahwa pengembalian V8 ke Charger akan masuk akal jika menggunakan mesin Hellcat. Namun, keputusan akhir masih belum pasti karena mereka khawatir akan menyulitkan dealer dengan terlalu banyak varian dan opsi powertrain yang dapat membingungkan pelanggan.
Sejak beberapa bulan lalu, Stellantis telah memberikan petunjuk tentang kemungkinan hadirnya Charger V8 baru. Investasi sebesar 13 miliar dolar AS untuk manufaktur domestik juga telah diumumkan sebagai bagian dari pembaruan powertrain. Charger terbaru saat ini menggunakan mesin enam silinder 3,0 liter twin-turbo dengan tenaga 313 kW atau 410 kW, sedangkan Charger sebelumnya dengan mesin Hemi V8 5,7 liter menghasilkan 276 kW.
Meskipun banyak yang berharap untuk melihat variasi V8 kembali pada Charger, kemungkinan Stellantis akan tetap fokus pada teknologi powertrain Hurricane yang sudah mendapat investasi besar. Mesin Hellcat yang kuat namun mahal mungkin menjadi opsi terbaik secara finansial jika Dodge memutuskan untuk membawa kembali mesin V8 ke platform Charger yang baru.












