Gedung Putih sedang mempertimbangkan kemungkinan blokade total impor minyak Kuba sebagai upaya untuk membuat perubahan di negara Karibia tersebut. Media Amerika Serikat, Politico, melaporkan hal itu pada Jumat (23/1), mencatat bahwa belum ada keputusan final yang dibuat, namun perdebatan terus berlanjut di pemerintahan Presiden Donald Trump. Situasi ini diperparah dengan tidak adanya pengiriman minyak Venezuela ke Kuba, yang kemudian digunakan oleh Havana untuk mendapatkan mata uang asing, telah menyebabkan tekanan pada perekonomian Kuba. Blokade total impor minyak ke Kuba juga dianggap dapat memicu krisis kemanusiaan. Pada pertengahan Desember 2025, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade total terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan berlayar ke dan dari Venezuela. Menteri Energi AS, Chris Wright, juga menjelaskan bahwa AS tidak hanya akan memasarkan minyak yang disimpan di Venezuela, tetapi juga akan mengendalikan penjualan output minyak dari negara tersebut tanpa batas waktu. Kuba, menurut data Badan Energi Internasional (IEA), mengimpor sekitar 60 persen pasokan minyaknya dan sebelumnya mendapatkan suplai utama dari Venezuela sebelum kejadian penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari.
AS Melakukan Blokade Total Minyak Terhadap Kuba: Dampak dan Solusinya
Read Also
Recommendation for You

Setiap 13 Maret, Thailand memperingati Hari Gajah Nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan gajah….

Industri batu bara dan minyak sawit Indonesia kini berada dalam sorotan Presiden Prabowo Subianto. Dalam…

Komisi V DPR menyoroti kondisi jalan rusak di ruas Tol Jakarta-Tangerang yang dapat membahayakan pengendara…

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles bertemu…

Pelatih Pelita Jaya Jakarta, David Singleton, memuji kontribusi seluruh pemain saat timnya berhasil mengalahkan Rajawali…







