BMW tampaknya telah mengakui umpan balik terkait pemasangan kursi berpemanas di balik pembayaran dan menghentikan layanan berlangganan yang kontroversial tersebut. Namun, BMW masih mengenakan biaya tambahan untuk fitur opsional setelah pembelian mobil. Sebagai alternatif, konsumen dapat menghemat biaya dengan tidak memilih beberapa opsi tambahan saat memesan kendaraan.
Meskipun ide tersebut terdengar masuk akal, praktiknya bisa lebih rumit terutama terkait fitur-fitur yang sebenarnya sudah ada di mobil. Misalnya, kursi berpemanas, teknologi yang telah menjadi standar bahkan dalam mobil kelas menengah. Alasan BMW terkait biaya berkelanjutan untuk fitur-fitur seperti sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) adalah untuk menutupi biaya penggunaan fitur tersebut dan mempertahankan teknologi yang penting dalam kendaraan.
Meski beberapa fitur memerlukan biaya aktifasi, BMW menegaskan bahwa mereka tidak akan meminta pelanggan membayar untuk meningkatkan tenaga mesin atau melakukan pembaruan perangkat lunak over-the-air seperti Tesla. Namun, ada pilihan untuk membuat fitur-fitur tertentu tersedia melalui pembayaran tambahan.
Secara keseluruhan, pembatasan biaya tambahan untuk fitur yang sebenarnya sudah terpasang dalam mobil dapat menimbulkan pertanyaan terkait kebijakan biaya tambahan dari pabrikan mobil. Meski ada argumen bahwa layanan premium berbiaya ekstra dapat dibenarkan, namun otoritas terhadap penutupan fitur-fitur yang telah ada sebelumnya masih menjadi perdebatan. Selain itu, ketersediaan fitur berbayar dapat bervariasi tergantung pada model dan pasar, serta ketergantungan pada opsi yang dipilih saat pembelian mobil.












