Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah memulai ekspor komoditas durian ke pasar Tiongkok sebanyak 27 ton dengan nilai mencapai Rp2,1 miliar. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menyatakan bahwa ini merupakan langkah penting bagi komoditas pertanian daerah dalam memasuki pasar global. Durian beku diekspor melalui jalur laut dengan menggunakan kontainer khusus untuk menjaga kualitas produk selama pengiriman ke Tiongkok.
Faradiba menekankan pentingnya petani untuk mempertahankan kualitas buah agar ekspor durian ini dapat berkelanjutan. Kadin berencana untuk mendukung pembangunan bisnis pertanian berbasis desa dengan menyalurkan lahan percontohan minimal 10 hektare di setiap desa di 12 Kabupaten di Sulawesi Tengah. Diperkirakan, potensi produksi durian mencapai 50 ribu ton per tahun jika setiap desa mengelola minimal 5 hektare durian jenis montong.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani dan mengangkat ekonomi daerah. Dengan penyediaan lahan dan dukungan dari pihak terkait, ekspor durian ke pasar internasional diharapkan dapat terus berkembang. Kabupaten Parigi Moutong menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan potensi pertanian untuk meningkatkan perekonomian lokal dan memperluas pasar komoditas lokal hingga ke pasar global.












