Paramount Meraih Kemenangan Saat Netflix Mundur dari Akuisisi Warner Bros Discovery

Industri hiburan global memasuki fase baru setelah Paramount Skydance unggul dalam proses akuisisi Warner Bros Discovery (WBD). Netflix menolak menaikkan tawaran pada Kamis, mengakhiri persaingan antara kedua raksasa media tersebut. Sebelumnya, Netflix menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih Warner Bros, namun Paramount Skydance menaikkan penawaran menjadi sekitar US$111 miliar atau US$31 per saham. Paramount juga menyetujui ketentuan finansial, termasuk membayar kompensasi pembatalan merger sebelumnya dan memberikan ticking fee per kuartal mulai September 2026. Co-CEO Netflix menyatakan Warner Bros merupakan organisasi kelas dunia, namun menyamai tawaran Paramount “tidak lagi menarik secara finansial.”

Penjualan Warner Bros Discovery dilatarbelakangi tekanan fundamental. Utang WBD yang mencapai lebih dari US$53 miliar, bersama dengan penurunan pendapatan dari televisi kabel tradisional dan persaingan di industri streaming global. Langkah penjualan dianggap sebagai strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham. Presiden dan CEO Warner Bros Discovery mengapresiasi Netflix atas proses negosiasi, sementara CEO Paramount menyatakan tawaran perusahaannya memberikan nilai lebih, kepastian transaksi, dan penyelesaian yang cepat. Meskipun Paramount unggul, akuisisi ini masih harus mendapatkan persetujuan regulator di AS dan Eropa.

Jika disetujui, Paramount akan menguasai studio Warner Bros, layanan streaming HBO Max, dan mengambil alih CNN serta saluran hiburan lainnya. Peralihan kepemilikan CNN ini diprediksi akan memunculkan dinamika politik, mengingat jaringan tersebut sering menjadi sorotan dalam pemberitaan kebijakan pemerintah AS. Akuisisi ini diharapkan akan mengubah peta kekuatan industri hiburan global, termasuk lanskap media berita.

Source link