Penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2026 di Sumatera Barat membutuhkan kesiapan yang matang, responsif, dan terintegrasi. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, telah memperkuat sinergi dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, untuk menjamin kelancaran angkutan Lebaran menuju wilayah tersebut. Dudy menyatakan bahwa kehadiran perantau yang kembali ke Sumatera Barat menjelang Hari Raya Idul Fitri memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk mengelola arus mudik dan balik secara efektif. Berdasarkan survei, terdapat 1,88 juta warga Sumatera Barat yang melakukan pergerakan selama angkutan Lebaran 2026, dengan arah pergerakan terbesar menuju Jawa Tengah dan 5,36 juta orang kembali ke Sumatera Barat.
Untuk memastikan kelancaran angkutan Lebaran, diperlukan persiapan seperti penyiapan posko, tempat istirahat, antisipasi kepadatan, dan pemantauan daerah rawan bencana. Kementerian Perhubungan juga mendorong konsolidasi pelaksanaan mudik gratis melalui integrasi data, jadwal, dan rute agar layanan lebih tepat sasaran dan optimal. Selain itu, fasilitas seperti parkir gratis, toilet, sanitasi, dan pos kesehatan ringan perlu disediakan untuk para pemudik. Rekayasa lalu lintas juga perlu dilakukan, terutama pada titik rawan kemacetan dan keramaian.
Pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian pada area pasar tumpah dan lokasi wisata guna mengatur area parkir dengan baik. Langkah-langkah seperti penerbangan tambahan dan kesiapan armada transportasi akan membantu menjaga kelancaran arus mudik dan balik. Dengan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kepolisian, diharapkan angkutan Lebaran tahun 2026 dapat berjalan lancar dan aman.












