Dangdut, Takjil, dan Tawa: Seru di Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026

Menjelang buka puasa, Jalan Trunojoyo di Kota Malang berubah menjadi tempat yang ramai dan penuh warna. Bukan sekadar pasar Ramadan biasa, tapi sebuah panggung kecil yang menarik hati warga sekitar. Para artis dangdut lokal berdiri di depan Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026, menyapa pengunjung dengan tawa dan takjil. Organisasi Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Malang Raya turun ke jalan, dengan belasan penyanyi dangdut dari berbagai daerah ikut serta. Mereka tidak tampil di panggung besar, melainkan memilih berdiri di pinggir jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat.

Ketua PAMDI Kota Malang, Rosa Amelia, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan selama event Kampoeng Ramadhan Trunojoyo diadakan. Tujuan dari kegiatan ini bukan hanya agenda sosial Ramadan, namun juga untuk memperkenalkan kembali organisasi PAMDI kepada masyarakat. Sebagai pengganti dari PAMMI, PAMDI ingin lebih dikenal sebagai wadah para artis dangdut.

Para anggota PAMDI telah rutin hadir sejak awal Kampoeng Ramadhan Trunojoyo dibuka. Selain membagikan takjil kepada pengunjung, beberapa artis juga menghibur pengunjung dengan nyanyian dangdut ringan di sekitar area bazar. Suasana hangat dan akrab terasa, di mana pengunjung bisa berhenti sejenak, menyapa, bahkan berfoto bersama para penyanyi dangdut.

Kehadiran PAMDI juga menambah semarak kegiatan Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026. Bazar Ramadan di Lapangan eks Ruko Patimura dirancang sebagai ruang pertemuan masyarakat selain untuk berbelanja, juga untuk menikmati suasana Ramadan yang penuh kehangatan. Deretan tenda kuliner, jajanan tradisional, dan berbagai produk Ramadan memenuhi area bazar, menarik pengunjung dengan aroma makanan khas.

Para artis dangdut dari PAMDI tetap bersikap ramah dan aktif di depan jalan, membagikan takjil dan senyuman kepada pengendara yang melintas. Ini menjadi kejutan kecil menjelang berbuka puasa bagi sebagian orang. Kampoeng Ramadhan Trunojoyo berlangsung hingga Maret 2026 dengan dukungan dari berbagai pihak. Dengan kunjungan yang terus meningkat, kawasan Trunojoyo bisa menjadi salah satu tempat favorit ngabuburit baru di Kota Malang. Dengan musik, senyum, dan takjil, dangdut Malang Raya membuktikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menanti azan magrib, tetapi juga tentang berbagi dengan orang lain.

Source link