Pemerintah Indonesia telah menyiapkan jalan tol fungsional dan implementasi jalan satu arah sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan selama masa arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026. PT Jasa Marga Persero Tbk, yang mengelola jaringan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer di Indonesia, bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik. Berdasarkan proyeksi pergerakan kendaraan, diperkirakan lebih dari tiga juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta dalam waktu dekat.
Untuk memonitor pergerakan kendaraan secara lebih akurat, Jasa Marga menggunakan sistem teknologi lalu lintas, seperti intelligent transportation system dan radar. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pertengahan Maret, dengan lonjakan kendaraan menuju arah timur, terutama Trans-Jawa. Dua gelombang arus mudik diantisipasi pada 14 dan 18 Maret, dengan jumlah kendaraan mencapai titik tertinggi sejak beberapa hari sebelumnya.
Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, pemerintah telah menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional yang dapat digunakan selama arus mudik dan balik Lebaran. Ruas tol tersebut termasuk Tol Fungsional Jakarta – Cikampek 2 Selatan, Tol Fungsional Yogyakarta – Solo, dan ruas lain di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain itu, penggunaan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way juga akan diterapkan sesuai kebutuhan.
Melalui upaya kolaboratif antara Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan Korlantas, kelancaran arus mudik selama Lebaran diharapkan dapat meningkat. Dengan adanya ruas tol yang siap digunakan serta implementasi rekayasa lalu lintas yang efektif, diharapkan perjalanan pemudik menjadi lebih lancar dan nyaman. Seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan kondisi jalan tol tetap terjaga dan siap digunakan oleh masyarakat.












