Selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, moda transportasi publik Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil melayani 113.630 penumpang hingga H+1 Lebaran. Manajer Humas Divisi Regional III Palembang PT Kereta Api Indonesia (Persero), Aida Suryanti, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap LRT sebagai sarana transportasi andalan di Kota Palembang. Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, rata-rata pengguna harian mencapai 11.363 penumpang.
Meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata selama libur Lebaran turut berkontribusi pada peningkatan jumlah penumpang LRT Sumsel. Keberadaan ikon baru Kota Palembang, Tugu Cempako Telok, juga menjadi faktor pendorong peningkatan ini. Kawasan tersebut, yang merupakan daya tarik baru dengan keindahan budaya Melayu Palembang, telah menarik banyak pengunjung sejak diresmikan pada 15 Maret 2026.
Stasiun Ampera menjadi stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi selama periode ini, diikuti oleh Stasiun Asrama Haji, Stasiun DJKA, dan Stasiun Bumi Sriwijaya. Peningkatan volume penumpang tidak hanya berasal dari pengguna rutin, tetapi juga dari wisatawan musiman yang memanfaatkan LRT sebagai sarana mobilitas selama libur Lebaran.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna. Melalui Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU), pemerintah terus mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Saat ini, momentum Angkutan Lebaran telah menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan bersama keluarga dan menjelajahi Kota Palembang dengan LRT Sumsel.












