PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merespons dengan cepat peningkatan arus kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, terutama truk logistik, melalui langkah strategis dan kerjasama lintas sektor. Sekretaris perusahaan, Windy Andale, menegaskan pentingnya penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menanggulangi antrean kendaraan agar layanan kembali normal.
Pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur dilakukan di pelabuhan dengan pemisahan dermaga sesuai jenis kendaraan. Hal ini membantu mengurangi konflik dan mempercepat proses bongkar muat kapal. General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa perusahaan juga memperkuat ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung untuk optimalisasi operasional.
Pengendalian volume kendaraan diperkuat melalui optimalisasi buffer zone di area tertentu untuk menampung kendaraan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar pelabuhan. Meskipun terdapat antrean kendaraan dari arah utara yang dominan kendaraan logistik, namun arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap berjalan lancar dengan waktu tempuh yang stabil.
Dengan berbagai langkah yang diambil oleh ASDP Indonesia Ferry (Persero), diharapkan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dapat tetap beroperasi dengan lancar dan efisien. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa. Semua upaya ini dilakukan demi kepuasan dan kelancaran lintas penyeberangan tersebut.












