Dalam dunia pendidikan, terdapat banyak guru bahasa Indonesia yang merasa kesulitan dalam menulis. Beberapa di antaranya bahkan tidak suka membaca dan merasa gagap ketika disuruh untuk menulis. Hal ini menimbulkan dilema, karena seorang guru seharusnya memiliki keterampilan dasar untuk menguasai bidang garapannya. Dengan kondisi seperti ini, bagaimana seorang guru dapat mendidik muridnya dengan baik?
Penting bagi seorang guru untuk menguasai keterampilan dalam bidangnya, seperti halnya seorang guru teknik di SMK yang harus mahir dalam bidang permesinan. Demikian pula dengan seorang guru olahraga yang harus memiliki keahlian dalam olahraga yang diajarkan kepada murid-muridnya. Pemerintah pun telah menetapkan standar kemahiran berbahasa Indonesia melalui Permendikbud No. 070 Tahun 2016, yang mencakup keterampilan reseptif dan produktif dalam bahasa.
Situasi ini menunjukkan kompleksitas persoalan pendidikan di negara kita, di mana masih banyak guru yang belum sepenuhnya menguasai bidang garapannya. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis agar dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi murid-muridnya. Dengan demikian, kita berharap agar para guru dapat terus mengembangkan kemampuan menulis mereka sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam pendidikan di Indonesia.












