Setiap tahun, masyarakat Kutai Lawas merayakan tradisi Nutuk Beham sebagai ungkapan syukur setelah panen padi. Ritual ini melibatkan proses menumbuk beras secara gotong royong, sebagai simbol penghormatan terhadap hasil bumi. Selain memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam, perayaan ini juga memperkuat ikatan antarwarga melalui praktik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi Nutuk Beham ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai kebersamaan, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kutai Lawas yang masih dijaga kelestariannya hingga saat ini. Copyright © ANTARA 2026. Berdasarkan artikel dari ANTARA, tradisi Nutuk Beham merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat Kutai Lawas dalam menghormati hasil panen padi mereka. Tradisi ini menunjukkan rasa syukur dan kebersamaan yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Perayaan Panen Ala Kutai Lawas: Menghormati Padi dengan Nutuk Beham
Read Also
Recommendation for You

Rumah Sakit Undata Palu Evakuasi Pasien sebagai Langkah Antisipasi Gempa Susulan RSUD Undata Palu melakukan…

BPBD Sleman Selesaikan Fenomena Rumah Api di Seyegan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengumumkan…

Sulut Optimistis Meraih Juara Umum Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Sulut Optimistis Meraih Juara Umum…

Banjir Luapan Terjang Tiga Desa di Aceh Barat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh…








