Kemendes Ajak ADB Indonesia Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Desa
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengajak Asian Development Bank (ADB) Indonesia Resident Mission untuk berkolaborasi dalam memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan ADB dalam menghadirkan program-program yang dapat memberdayakan masyarakat desa.
Peran Strategis Desa dalam Pemerataan Ekonomi
Dalam pertemuan dengan ADB Indonesia Resident Mission, Mendes PDT Yandri Susanto menekankan bahwa desa memiliki peran yang strategis, terutama dalam era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Melalui Astacita ke-6, yang menekankan pentingnya membangun dari desa untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, Kemendes telah menghadirkan 12 Program Aksi Bangun Desa.
Program-program tersebut mencakup pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Desa Tematik, Desa Ekspor, dan Desa Ketahanan Energi. Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemendes dan ADB dapat membawa percepatan pembangunan di daerah tertinggal yang masih membutuhkan sentuhan program pemberdayaan masyarakat.
Membangun Desa Bersama ADB
Wakil Menteri Desa (Wamendes) PDT Ahmad Riza Patria juga turut mengungkapkan bahwa sekitar 10.000 dari 75.266 desa di Indonesia masih masuk kategori tertinggal yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar. Oleh karena itu, Kolaborasi antara Kemendes PDT dan ADB diharapkan dapat mempercepat peningkatan status desa tertinggal menjadi desa berkembang dan maju. Ahmad Riza Patria berharap bahwa kerjasama dengan ADB dapat memberdayakan masyarakat desa untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik.












