Popcorn: dari Makanan Suku Aztec Hingga Camilan Wajib di Bioskop
JAKARTA – Rasanya kurang lengkap menonton film di bioskop tanpa menikmati popcorn. Meskipun harganya cukup mahal, camilan ini tetap menjadi pilihan favorit para penonton.
Sensasi gurih dan manis dari popcorn memang sangat menggoda. Bahkan seringkali, popcorn sudah habis sebelum film berakhir.
Popcorn memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya menjadi camilan populer di bioskop.
Hernando Cortes (1485-1547), pemimpin ekspedisi Spanyol yang menaklukkan suku Aztec dan menjajah Meksiko abad ke-16, mencatat dalam diarynya bahwa popcorn awalnya merupakan makanan khas suku Aztec.
Tidak hanya sebagai makanan, suku Aztec juga menggunakan popcorn sebagai hiasan dalam upacara adat. Mereka mengenakan popcorn sebagai perhiasan, kalung, bahkan untuk menghias rambut.
Popcorn Selama Krisis Ekonomi
Pada abad ke-19, saat terjadi masa depresi besar di mana banyak orang kehilangan pekerjaan, popcorn menjadi makanan yang digunakan untuk bertahan hidup karena harganya terjangkau.
Pada awal abad ke-20, popcorn semakin populer. Pada tahun 1930-an, popcorn mulai dijual resmi di bioskop.
Kepraktisan dan suara yang tidak mengganggu penonton lain saat dikunyah membuat popcorn dipilih sebagai camilan di bioskop. Selain itu, popcorn juga menjadi simbol kesetaraan di tengah isu status sosial yang sedang marak saat itu.
Popcorn di Era Modern
Di era modern, aroma popcorn diyakini secara psikologis mampu menarik perhatian orang untuk membelinya.
Makan popcorn saat menonton juga tidak menimbulkan perasaan bersalah, karena camilan ini rendah kalori dan mengandung serat. Namun, tetap perlu diperhatikan kadar garam dan gula dalam popcorn berbagai rasa.
Sumber: Times Indonesia












