Indonesia Kunci Ketahanan Energi dan Pangan ASEAN
Melalui pandangan Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii, Indonesia dikatakan memiliki peran strategis dalam mendorong ketahanan energi dan pangan di wilayah ASEAN. Dengan kapasitasnya sebagai kekuatan kunci di kawasan, Indonesia dianggap dapat menjadi penggerak utama bagi ASEAN.
Komitmen Presiden Prabowo Subianto
Menurut Muhammad Syaroni Rofii, komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap isu pangan dan energi sejak awal pemerintahannya menjadi modal berharga dalam merumuskan kebijakan kawasan. Hal ini menuntut Indonesia untuk mengelola pengaruhnya di kawasan dengan baik.
Ia berpendapat bahwa pengelolaan pengaruh tersebut bisa dilakukan melalui langkah-langkah konkret seperti pengamanan stok energi dan pangan bersama, prioritas distribusi pangan dan energi bagi negara-negara ASEAN, serta memperkuat riset bersama untuk mencari sumber energi alternatif.
Pentingnya Kesadaran ASEAN
KTT ASEAN ke-48 di Filipina menempatkan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan keselamatan warga negara ASEAN sebagai prioritas utama. Kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut menjadi langkah penting untuk menunjukkan sikap solidaritas kawasan dalam menghadapi tantangan global, terutama terkait energi dan pangan.
Para pemimpin ASEAN menyadari bahwa konflik di Timur Tengah dapat berdampak pada kestabilan kawasan dan global. Oleh karena itu, upaya untuk memperkuat persediaan energi dan pangan kawasan menjadi hal yang krusial di tengah ketidakpastian global.
Saat ini, kerja sama di tingkat ASEAN masih banyak yang bersifat bilateral antarnegara. Namun, untuk meningkatkan ketahanan energi dan pangan kawasan, langkah-langkah kolektif perlu diambil untuk menciptakan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN.
Tantangan terbesar bagi ASEAN adalah menyatukan visi di tengah perbedaan kepentingan dan pengaruh negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China. Keduanya memiliki pengaruh yang signifikan dan dapat memengaruhi sikap dan keputusan yang diambil oleh negara-negara ASEAN.
Dalam menghadapi permasalahan ini, ASEAN perlu menjaga kolektivitas dan soliditas untuk mencapai ketahanan energi dan pangan yang diinginkan.












