Konferensi Tingkat Tinggi Dorong Pembangunan Pedesaan di Nairobi
Sebuah konferensi tingkat tinggi dimulai di Nairobi, Kenya, dengan tujuan mempromosikan kemitraan antara Afrika dan Asia dalam membangun pedesaan. Para menteri pertanian, diplomat, dan pakar berkumpul selama empat hari untuk membahas strategi pembangunan pedesaan yang lebih baik.
Fokus Konferensi: Kemitraan dan Inovasi
Komite Eksekutif Organisasi Pembangunan Pedesaan Afrika-Asia (African-Asian Rural Development Organization/AARDO) mengadakan sesi ke-79 dengan fokus pada pengembangan biosains, perlindungan lingkungan, dan integrasi teknologi dalam pertanian pedesaan. Hal ini dilakukan untuk memajukan sektor pertanian di kedua benua.
Sekretaris Kabinet Kenya untuk Pengembangan Pertanian dan Peternakan, Mutahi Kagwe, menyampaikan bahwa praktik-praktik efektif dari Afrika dan Asia telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan nasional. Berbagai tantangan seperti kerawanan pangan, perubahan iklim, dan kesenjangan digital dihadapi oleh masyarakat pedesaan di kedua benua.
Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi
Rohit Kansal, sekretaris di Departemen Pembangunan Pedesaan India, menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pembangunan pedesaan. AI dapat digunakan untuk membangun sistem pertanian yang lebih cerdas, meningkatkan konektivitas pasar, dan optimalisasi layanan publik di pedesaan.
AARDO menjadi platform penting bagi kerja sama antara Afrika dan Asia dalam mengatasi tantangan bersama. Melalui dialog yang bermakna, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi, diharapkan sektor pertanian pedesaan dapat menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di kedua benua.












