Industri Karoseri Indonesia Menuju Pasar Global melalui Busworld Southeast Asia 2026
Busworld Southeast Asia 2026 dianggap sebagai momentum penting bagi industri karoseri nasional untuk meraih pasar global dengan inovasi dan standar keselamatan yang diperkuat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), Budi Setiyadi, pada acara INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 di Jakarta.
Perkembangan Industri Karoseri Indonesia
Budi Setiyadi menegaskan bahwa produk karoseri buatan Indonesia telah mampu bersaing dengan negara lain baik dari segi teknologi maupun desain. Industri karoseri nasional terus melakukan inovasi untuk menghasilkan kendaraan yang lebih aman dan berstandar internasional, mulai dari bus antarkota hingga bus listrik perkotaan.
Produk karoseri Indonesia telah diekspor ke berbagai negara seperti Bangladesh, Thailand, dan Fiji. Bahkan, Askarindo sedang mendorong peluang ekspor bus untuk kebutuhan angkutan haji di Arab Saudi melalui kerja sama dengan pihak terkait di negara tersebut.
Pameran Busworld Southeast Asia 2026
Pameran Busworld Southeast Asia 2026 berlangsung pada 20-22 Mei 2026 di Jakarta dan diikuti oleh sekitar 15 negara termasuk Australia, Belgia, China, Kolombia, Malaysia, dan Inggris. Acara ini menjadi platform untuk memperlihatkan perkembangan teknologi bus di Indonesia kepada pelaku industri internasional.
Selain itu, Askarindo berharap bahwa perkembangan desain, rekayasa, dan teknologi bus yang dipamerkan dalam acara tersebut dapat menjadi acuan bagi pemerintah, terutama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan, dalam merumuskan kebijakan pengembangan industri bus nasional.
Regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri
Budi juga menyoroti pentingnya penerbitan regulasi terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk industri karoseri guna mempercepat konsolidasi dan standarisasi produksi. Dengan terbitnya regulasi tersebut diharapkan pelaku usaha dapat mempersiapkan standar yang diinginkan pemerintah terutama dalam aspek keselamatan dan penggunaan komponen dalam negeri.












