Bayu Skak Ungkap Apresiasi Terhadap Dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif
Sutradara Bayu Skak mengekspresikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dalam proses produksi film komedi horor terbarunya, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.
Bayu menyatakan bahwa peran Kementerian Ekonomi Kreatif sangat penting dalam memperlancar hubungan tim produksi dengan pihak terkait di lokasi syuting, yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dukungan Membuat Proses Produksi Lebih Lancar
“Dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif sungguh luar biasa, Pak Menteri Riefky sangat membantu kami menghubungkan dengan Bupati Malang, sehingga proses perizinan syuting bisa berjalan lancar,” ujar Bayu dalam konferensi pers pemutaran film di Jakarta Selatan.
Seluruh proses pengambilan gambar adegan pendakian gunung dalam film dilakukan di Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Surat rekomendasi resmi dari Kementerian Ekonomi Kreatif terbukti sangat membantu tim produksi dalam mengurus berbagai perizinan di daerah tersebut.
Sinopsis Sekawan Limo 2: Gunung Klawih
Sekawan Limo 2: Gunung Klawih merupakan sekuel dari film Sekawan Limo (2024) yang telah sukses besar dengan lebih dari 2,5 juta penonton. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026 dan akan melanjutkan petualangan lima sekawan, yaitu Bagas (Bayu Skak), Andrew (Indra Pramujito), Lenni (Nadya Arina), Dicky (Firza Valaza), dan Juna (Benidictus Siregar).
Selain menghadirkan komedi dan horor, Bayu juga ingin menegaskan bahwa film ini mengandung pesan moral yang mendalam. Sekawan Limo 2: Gunung Klawih diharapkan dapat menjadi cermin bagi penonton untuk memutuskan siklus kebencian dari masa lalu.
“Pesan film ini adalah jangan balas kebencian dengan kebencian, karena itu hanya akan menimbulkan lebih banyak kebencian. Kita perlu bersatu dan saling mendukung,” tambah Bayu.












