Menteri Keuangan: APBN Aman Meski Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp17.800 per dolar AS tidak memaksa pemerintah untuk menghitung kembali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, Kementerian Keuangan sudah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario ekonomi, termasuk saat harga minyak global mencapai 100 dolar AS per barel.
Menurut Purbaya, kondisi pasar obligasi masih terkendali meskipun rupiah mengalami tekanan. Hal ini didukung oleh strategi pemerintah dalam melakukan langkah stabilisasi melalui pembelian obligasi agar imbal hasil tetap terjaga.
Langkah-Langkah Pemerintah
Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi sangat penting dalam menjaga minat investor asing terhadap aset domestik. Pemerintah juga sedang menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah.
Purbaya menambahkan bahwa meski rupiah melemah, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik sehingga pelemahan tersebut dianggap tidak sejalan dengan fundamental ekonomi yang ada.
Nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,20 persen hingga mencapai Rp17.830 per dolar AS. Meskipun demikian, Purbaya meyakinkan bahwa APBN tetap aman tanpa perlu dilakukan penghitungan ulang.












