Berita  

Menteri PPPA Minta Warga Laporkan Anak Terpapar Judol

Menteri PPPA Ajak Masyarakat Laporkan Indikasi Eksploitasi Anak dan Judi Online

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif melaporkan segala bentuk indikasi eksploitasi atau aktivitas digital yang membahayakan anak, termasuk judi online.

Tindakan Penting Melindungi Anak dari Dampak Negatif Judi Online

Menurut Arifah Fauzi, paparan judi online dapat merusak realitas hidup anak Indonesia dengan dampak yang serius. Jeratan judi online telah terbukti memicu gangguan mental, kecanduan ekstrem, penurunan prestasi akademik, hingga perilaku kriminal sekunder pada anak-anak yang terjebak.

Anak-anak bahkan dapat terlibat dalam tindakan kriminal seperti pencurian, penipuan, atau pinjaman online ilegal demi memenuhi taruhan judi online. Melindungi anak dari paparan judi online kini sama pentingnya dengan mencegah mereka dari konten negatif seperti game online adiktif dan pornografi yang juga merusak fungsi otak.

Langkah Konkrit dalam Pencegahan Judi Online

Untuk menekan angka keterpaparan judi online yang sudah mencapai 200.000 anak, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah aktif memblokir konten yang terkait dengan judi online. Sementara itu, KemenPPPA sedang mempercepat implementasi Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring (PARD) untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah bagi anak.

Masyarakat diminta untuk memanfaatkan layanan pengaduan resmi melalui Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau melalui WhatsApp di nomor 08111-129-129 apabila mengetahui kasus-kasus yang melibatkan anak terpapar judi online. Upaya bersama ini diharapkan dapat melindungi generasi masa depan dari dampak negatif judi online.

Source link