28 Jiwa Tetap di Pengungsian Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin
Sedikitnya 28 jiwa warga Desa Tanjakan Mekar, Kabupaten Tangerang, Banten masih bertahan di pengungsian akibat dampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Mereka terdiri dari kelompok ibu rumah tangga, lansia, dan anak-anak yang menempati fasilitas Kantor Desa Tanjakan Mekar selama satu pekan.
Situasi Pengungsian dan Dampak Kebakaran
Qipi, salah satu pengungsi, mengungkapkan bahwa fasilitas pengungsian telah menyediakan kebutuhan dasar seperti logistik makanan dan kasur. Dia memilih untuk tinggal di pengungsian sementara karena asap kebakaran TPA Jatiwaringin masih berdampak pada pemukimannya. Meskipun kondisi kesehatan para pengungsi telah membaik, mereka tetap menerima bantuan logistik dari pemerintah daerah selama mereka tinggal di pengungsian.
Petugas Pemadam Terus Berupaya Mengendalikan Kebakaran
Hingga saat ini, tim gabungan Pemda, BNPB, KLH, dan Kemenhut terus melakukan upaya pemadaman kebakaran. Operasi dilakukan baik melalui darat maupun udara. Petugas pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni berusaha memadamkan api dari jalur darat, sementara tiga unit helikopter water bombing dari BNPB digunakan untuk pemadaman udara.
Berdasarkan laporan terbaru, cakupan lahan yang terbakar mencapai 18 hektare dari total 33 hektare di TPA Jatiwaringin. Setelah hari ketujuh, petugas berhasil mengendalikan kebakaran dengan hanya menyisakan sekitar 3,6 persen area yang masih dalam upaya pemadaman.
Uti, Kepala Desa Tanjakan Mekar, menyatakan bahwa mayoritas warga yang mengungsi adalah anak-anak dan lansia yang terdampak asap kebakaran. Meskipun demikian, kondisi kesehatan mereka saat ini dalam keadaan baik karena adanya pemeriksaan rutin dari dokter dan Puskesmas setempat. Stok logistik seperti makanan terus dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.










