Berita  

Koperasi Merah Putih Banjarsari: Raup Omzet Rp300 Juta dalam 6 Bulan

Koperasi Kelurahan Merah Putih Banjarsari Sukses Raup Omzet Rp300 Juta

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta, menjadi contoh sukses dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah. Dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pelaku UMKM di wilayah Banjarsari, KKMP Banjarsari berhasil mencetak omzet lebih dari Rp300 juta dalam enam bulan pertama tahun 2026.

Sejak beroperasi pada September 2025, koperasi yang awalnya berdiri di sebuah garasi ini telah meningkatkan jumlah anggotanya dari 32 menjadi sekitar 130 orang. Berperan sebagai penyediaan gerai sembako dan kerja sama dengan UMKM di Kota Surakarta, KKMP Banjarsari juga menjadi off taker bagi produk-produk UMKM dan hub distribusi sembako bagi masyarakat.

Peran Strategis KKMP Banjarsari

Sebagai off taker, koperasi tidak hanya menyerap produk UMKM tetapi juga membantu pemasarannya, memberikan kepastian pasar bagi para pelaku usaha. Sebagai hub distribusi, koperasi menjalin kerjasama dengan pihak seperti Bulog, ID Food, dan distributor lainnya untuk menjamin pasokan sembako, memperpendek rantai distribusi, dan menjaga harga yang kompetitif bagi konsumen.

Kesuksesan KKMP Banjarsari bukan hanya terlihat dari omzetnya yang tinggi, namun juga dari sisa hasil usaha (SHU) yang berhasil diraih. Dari Rp2 juta pada akhir 2025, omzetnya melonjak tajam menjadi lebih dari Rp300 juta hanya dalam enam bulan pertama tahun 2026.

Implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih

Kesuksesan KKMP Banjarsari menjadi gambaran awal implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dicanangkan pemerintah. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui konsep koperasi, salah satu inisiatif yang menjadi fokus pemerintah dalam upaya membangun perekonomian yang inklusif.

Pemerintah Jawa Tengah, sebagai langkah lanjutan, bahkan mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam kurikulum sekolah. Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di Jawa Tengah menjadi yang pertama dan menjadi contoh bagi daerah lain dengan sasaran sekitar 6,38 juta peserta didik dari berbagai jenjang.

Source link