Transformasi Tom Cruise dari Aktor Menjadi Konglomerat Tua di Film Digger

JAKARTA – Tom Cruise, aktor Hollywood ternama, mengubah penampilannya secara drastis untuk peran terbarunya dalam film Digger. Di bawah arahan sutradara Alejandro G. Iñárritu, Cruise memerankan karakter Digger Rockwell, seorang konglomerat minyak tua yang diduga bertanggung jawab atas bencana ekologi global.

Transformasi Menyolok Tom Cruise dalam Film Digger

Dalam trailer perdana yang dirilis Warner Bros., Tom Cruise tampil dengan perut buncit, rambut putih yang mulai tipis, dan logat Amerika Selatan. Penampilannya yang ekstrim langsung mencuri perhatian penonton menjelang perilisan film ini.

Selain menjadi figur sentral dalam krisis lingkungan, karakter Digger juga disajikan sebagai sosok yang memiliki kemampuan untuk menghadapi ancaman serius, seperti melelehnya gunung es yang semakin membahayakan.

Alejandro G. Iñárritu Menyatakan Peran Digger Sepenuhnya untuk Tom Cruise

Sutradara Alejandro G. Iñárritu mengungkapkan bahwa ide karakter Digger muncul tak lama setelah menyelesaikan film The Revenant. Iñárritu yakin bahwa Tom Cruise adalah satu-satunya pilihan untuk memerankan karakter ini sejak awal.

Iñárritu sangat mengagumi komitmen total Tom Cruise dalam mengalami transformasi tersebut. Bahkan, Cruise dikabarkan membutuhkan hingga 40 tahun untuk mempersiapkan diri sepenuhnya untuk peran ini.

Tom Cruise sendiri menyatakan bahwa ia langsung tertarik ketika ditawari peran Digger Rockwell. Ia sudah lama mengidolakan karya-karya sutradara asal Meksiko tersebut, termasuk film Amores Perros.

Perilisan dan Teknologi Sinematografi Film Digger

Film Digger direncanakan akan dirilis pada tanggal 2 Oktober mendatang. Film ini direkam menggunakan format VistaVision dengan kamera klasik dari tahun 1954.

Alejandro G. Iñárritu kembali bekerja sama dengan Emmanuel Lubezki, sinematografer berpenghargaan, untuk proyek ini setelah kesuksesan The Revenant.

Tom Cruise yakin bahwa penonton akan disajikan pengalaman sinematik yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, karena film ini menampilkan detail visual dan kompleksitas yang belum pernah ia temui sepanjang karirnya.

Source link