Tepung Singkong Sebagai Alternatif Pemadam Kebakaran: Mitos dan Fakta
Jakarta – Tepung singkong disebut memiliki potensi sebagai bahan alternatif untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, seberapa efektif tepung berbahan singkong dalam memadamkan api?
Tepung Singkong vs. Pemadam Api Standar
Ada kekhawatiran tentang pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait inovasi berbahan tepung singkong dalam penanganan karhutla. Ternyata, tepung singkong yang dimaksud bukanlah tepung dapur biasa yang kita kenal sehari-hari.
Penelitian menunjukkan bahwa debu pati singkong dapat terbakar dan bahkan menyebabkan ledakan dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, penggunaan tepung singkong sebagai bahan pemadam api tidak semudah yang dibayangkan.
Studi Mengenai Bahan Berbasis Singkong
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat potensi bahan singkong dalam teknologi pemadaman api. Contohnya adalah penelitian di IPB University yang menguji pemadaman api dengan campuran bubuk kulit singkong dan dry chemical powder.
Meskipun hasilnya terlihat menjanjikan, penggunaan tepung singkong dalam pemadaman api hanya efektif dalam beberapa formulasi tertentu. Singkong murni atau kulit singkong masih belum bisa dijadikan pengganti pemadam api standar.
Mekanisme Pemadam Api dengan Tepung Singkong
Pemadaman api umumnya dilakukan dengan menghilangkan salah satu atau lebih unsur pembakaran. Dalam inovasi tepung singkong yang sedang dikembangkan, bahan tersebut dipercaya dapat memisahkan unsur-unsur yang mendukung pembakaran api.
Meski demikian, metode ini masih harus diverifikasi melalui uji coba ilmiah yang lebih menyeluruh sebelum bisa diimplementasikan dalam penanganan karhutla secara luas. Jadi, klaim bahwa tepung singkong bisa langsung digunakan untuk memadamkan api perlu dipertanyakan.
Progres dan Tantangan Penggunaan Tepung Singkong
Presiden Prabowo meminta penelitian lebih lanjut dan pengembangan dalam skala besar terkait inovasi tepung singkong sebagai bahan pemadam. Meskipun banyak harapan terkait teknologi ini, masih ada banyak tantangan yang perlu dihadapi dalam memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa karakteristik pati singkong bisa menimbulkan risiko kebakaran jika tidak diurus dengan tepat. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan tepung singkong sebagai pemadam api di rumah tanpa pengetahuan yang cukup.












