Iran menawarkan jalur pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu sepekan jika Amerika Serikat menyetujui usulan yang telah disampaikan Teheran melalui Qatar. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan skema itu dapat segera dijalankan setelah Washington menerima proposal tersebut.
Araghchi menyampaikan keterangan itu kepada wartawan di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Jumat (25/9). Menurut dia, hitungan tujuh hari baru dimulai sejak Amerika Serikat menyatakan menerima usulan Iran.
Rangkaian pembukaan Selat Hormuz
Dalam skema yang dijelaskan Araghchi, Amerika Serikat akan menggunakan empat atau lima hari pertama untuk menjalankan langkah-langkah yang diminta Iran. Setelah itu, Selat Hormuz berpeluang dibuka kembali pada hari keenam.
Pada hari ketujuh, Iran dan Amerika Serikat akan memulai pembicaraan mengenai kesepakatan akhir. Dengan urutan tersebut, pembukaan jalur pelayaran tidak diposisikan sebagai hasil langsung dari kesepakatan final, melainkan sebagai bagian dari proses bertahap yang didahului tindakan dari pihak AS.
Araghchi mengatakan langkah-langkah yang diharapkan Iran telah tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Islamabad pada Juni. Ia menilai seluruh prasyarat untuk menjalankan rencana itu telah tersedia apabila Amerika Serikat menunjukkan keseriusan.
“Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya kini sudah siap,” kata Araghchi.
Iran meminta jaminan keamanan
Araghchi menegaskan Iran berkomitmen terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, ia menuduh Amerika Serikat menggagalkan pelaksanaan kesepakatan sebelumnya melalui tindakan militer susulan.
Karena itu, Teheran menginginkan jaminan yang kredibel sebelum memasuki putaran perundingan berikutnya. Jaminan tersebut, menurut Araghchi, diperlukan untuk memastikan tidak ada serangan baru dari Amerika Serikat selama proses diplomatik berlangsung.
Meski menyampaikan tuntutan tersebut, Araghchi menyatakan Iran tetap membuka ruang bagi diplomasi. Sikap itu disampaikan bersamaan dengan tawaran waktu yang spesifik untuk membuka kembali selat, yakni enam hari setelah usulan diterima untuk memungkinkan jalur tersebut dibuka dan satu hari berikutnya untuk memulai negosiasi kesepakatan akhir.
Pernyataan Araghchi menempatkan penerimaan AS atas proposal yang disampaikan melalui Qatar sebagai titik awal seluruh tahapan tersebut. Tanpa penerimaan itu, hitungan tujuh hari yang ditawarkan Iran belum dimulai.












