Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menegaskan konsistensinya di panggung panjat tebing dunia setelah kegagalan meraih medali pada Olimpiade Paris 2024. Hingga enam seri pertama World Climbing Series 2026, atlet Indonesia itu menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 3.070 poin.
Desak Rita hanya terpaut lima poin dari atlet Ukraina, Polina Khalkevych, yang berada di peringkat kedua dengan 3.075 poin. Sementara itu, Emma Hunt memimpin klasemen dengan koleksi 3.636 poin.
Dari juara dunia ke perempat final Olimpiade
Perjalanan Desak Rita menuju Olimpiade Paris 2024 dibangun dengan modal besar. Setahun sebelumnya, ia merebut gelar juara dunia speed putri pada Kejuaraan Dunia 2023 di Bern, Swiss. Dalam pertandingan final, Desak Rita mengalahkan Emma Hunt, salah satu rival yang kembali dihadapinya pada musim-musim berikutnya.
Keduanya kemudian tampil bersama Deng Lijuan dari China dan Aleksandra Miroslaw dari Polandia dalam kompetisi speed putri di Paris. Keempat atlet tersebut sama-sama mencapai perempat final. Namun, Desak Rita dan Hunt gagal melaju ke babak berikutnya.
Desak Rita dikalahkan Deng Lijuan, yang kemudian mencapai final setelah menyingkirkan rekan senegaranya, Rajiah Sallsabillah, pada semifinal. Di partai puncak, Deng harus mengakui keunggulan Miroslaw dan membawa pulang medali perak. Emas menjadi milik Miroslaw, sedangkan Rajiah kalah dari Aleksandra Kalucka dalam perebutan medali perunggu.
Hasil itu membuat Desak Rita, yang merupakan lulusan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha di Bali serta melanjutkan pendidikan magister di universitas yang sama, harus meninggalkan Paris tanpa medali.
Persaingan rekor dan kebangkitan Desak Rita
Dalam rangkaian Olimpiade yang disebut berlangsung di Paris pada 2026, Desak Rita sempat terlibat dalam persaingan pemecahan rekor Olimpiade bersama Miroslaw, Hunt, dan Zhou Yafei dari China. Zhou lebih dahulu mencatatkan waktu 6,54 detik, kemudian Desak Rita mempertajamnya menjadi 6,52 detik.
Rekor tersebut kembali berubah ketika Hunt mencatat waktu 6,36 detik, sebelum akhirnya Miroslaw membukukan 6,06 detik. Catatan Miroslaw sekaligus menjadi rekor dunia pada saat itu.
Rekor dunia tersebut kemudian dipecahkan Hunt pada 4 Juli 2026 dalam ajang World Climbing Series tahun ini. Di tengah persaingan itu, performa Desak Rita pada enam seri awal menjadi penanda bahwa ia tetap menjaga ambisi setelah tidak berhasil mempersembahkan medali Olimpiade untuk Indonesia dua tahun sebelumnya.












